PEMUDA DAN SOSIALISASI

SOSIALISASI

Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli :

  • Charlotte Buhler

Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.

  • Peter Berger

Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.

  • Paul B. Horton

Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.

  • Soerjono Soekanto

Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

PEMUDA

Pemuda diidentikkan dengan kaum muda yang merupakan generasi bangsa, yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang. Sebagai seorang mahasiswa/mahasiswi kita adalah pemuda yang memiliki intelektual yang dapat berpikir demi perubahan dan kemajuan negara ini. Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakatpemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kstabilan pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar. Seorang pemuda mempunyai ciri yang khas yang menggambarkan seperti apa ia terlihat yang menunjukkan kepribadiannya.
Seorang pemuda harus bisa beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan disekitarnya. Maksudnya agar tumbuh sikap rasa peduli dan rasa kebersamaan didalam dirinya. Lihatlah dizaman sekarang teknologi yang berkembang telah disalahgunakan seolah-olah globalisasi telah memberi efek buruk pada generasi muda. Individualisme itulah yang terjadi pada pemuda zaman sikap peduli pada lingkungan sekitar menurun drastis. Contoh umum jika ada kerja bakti dilingkungan sekitar banyak pemuda yang bermalas-malasan untuk ikut serta dalam kegiatan ini lebih memilih bermain dirumah atau memainkan android,iphone atau apalah itu.

Pemuda seperti apa ini!Dalam kehidupannya seorang pemuda dituntut dapat bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Proses sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, individu (pemuda) akan terwarna cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya.Sesuai dengan pepatah lama semakin banyak dilihat semakin banyak dirasa. Jadi pengalaman adalah hal yang dibutuhkan seorang pemuda bisa bertindak dan mengasah pola pikirnya untuk perubahan yang akan datang..

Kondisi yang masih labil membuat pemuda sering hanyut dengan berbagai pergaulan untuk itu berhati-hatilah memilih teman bergaul. Diperlukan pertahanan yang kuat agar tidak terjerumus kedalam kegelapan akibat pergaulan bebas yang sangat membahayakan generasi muda. Banyak contoh-contoh menunjukkan pemuda atau generasi zaman sekarang rusak, mulai dari video porno SMA, Sex bebas SMP.Mau jadi apa generasi seperti ini.Bukannya memperbaiki kondisi bangsa sekarang malah menambah beban yang ada.
Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Seorang pemuda dituntut dapat merubah keadaan kearah yang lebih baik bukannya memperburuk keadaan atau merusak tatanan yang telah ada. Calon-calon pemimpin yang akan datang, tokoh masyarakat atau bahkan menjadi panutan untuk orang lain.

Kilas balik sejarah bangsa kita Indonesia. Bukan fisik atau senjata menjadi tonggak awal kita merdeka tapi karena adanya inisiatif atau kesadaran para pemuda zaman perjuang waktu itu kita merdeka.Adanya sikap revolusioner dan motivasi diri maka pemuda saat itu bisa membawa negara kita mencapai kemerdekaan. Berdirinya Bung Tomo telah menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan rakyat indonesia. Ini artinya bahwa pemuda mampu menggapai apapun dan mampu membuat sebuah perubahan yang luar biasa. Bung tomo adalah organisasi perkumpulan pemuda yang pertama, lalu semangatnya telah memotivasi pemuda-pemuda lain sehingga terbentuklah organisasi pemuda-pemuda yang lain seperti jong java,jong sumatera, maupun jong-jong lainnya.

Dalam sebuah pidatonya, Soekarno pernah mengorbakan semangat juang Pemuda apa kata Sukarno “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitu besar peranan pemuda di mata Sukarno, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia menjadi negara Super Power.Pemuda adalah sesuatu yang luar biasa, seperti yang telah dibicarakan sebelumnya walaupun emosi yang sangat labil tapi pemuda memiliki kelebihan-kelebihan yang menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri Perubahan. Tetapi sering kali informasi yang diterima tidak melalui seleksi yang ketat sehingga seorang pemuda mudah terbawa arus dan pengaruh media massa yang ada.

Studi kasus tentang pemuda dan sosialisasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus meninggalnya beberapa pria akibat menenggak minuman beralkohol oplosan bukan kali ini saja terjadi. Banyak kasus yang sama dan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut saya, itu adalah salah satu efek dari budaya nongkrong, terutama di kalangan anak muda. Mereka yang mengonsumsi miras oplosan umumnya berasal dari kalangan sosial menengah ke bawah. Mereka biasanya berkumpul di gang, di titik nongkrong favorit, dan secara patungan membeli berbagai bahan yang mereka campur tanpa memperhitungkan kesehatan atau dampak nantinya.

Mayoritas mereka adalah pemuda-pemuda yang frustrasi atau tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Mereka tidak banyak punya aktivitas, sementara tingkat kebutuhan ekonomi di Jakarta begitu tinggi. Jadi, tidak ada pelampiasan lain dari para pemuda itu selain nongkrong, berkumpul dengan rekan-rekannya yang mengalami nasib sama.

Mereka merasa, dengan mabuk-mabukan maka pikiran menjadi tenang, lepas dari pikiran-pikiran berat soal kehidupan, tanpa memikirkan lagi bahaya dari minuman yang mereka konsumsi.

Jika ada pertanyaan, apa solusi yang efektif untuk mencegah terjadinya hal yang sama? Ini membutuhkan jawaban yang tidak mudah. Bisa dengan upaya menarik atau merazia miras di lapak-lapak yang menjualnya karena konsumen miras murah ini biasanya berasal dari kalangan bawah. Tetapi khusus untuk mereka yang suka mengoplos minuman, ini memang sulit diatasi.

Sebab, kadang mereka menggunakan alkohol murni yang dicampur dengan berbagai bahan. Sementara, alkohol banyak dijual bebas di apotek. Penjaga apotek pun tidak bisa tahu pembeli mana yang benar-benar menggunakan alkohol untuk keperluan medis dan pembeli mana yang menyalahgunakan alkohol sebagai miras oplosan.

Sementara peran dari tokoh masyarakat atau pemuka agama masih kurang dalam menyasar kelompok kelas bawah. Bagus juga jika ada pemuka agama yang berdakwah di lokasi-lokasi rawan kenakalan seperti terminal atau perkampungan di mana di sana banyak pemuda menganggur. Berikan edukasi dari sisi agama dan bahaya dari mengonsumsi miras maupun narkoba.

Selain itu, pemerintah harus secara tegas bertindak dengan mengerahkan Satpol PP untuk secara rutin merazia tempat-tempat nongkrong para pemuda. Sebab, di tempat nongkrong itulah ide untuk mengonsumsi miras bermula.

kesimpulan dan opini:

Pemerintah seharusnya dapat memberikan penyuluhan dini terhadap sebab akibat penyalahan miras pada kalangan pemuda, yang bisa dilakukan melalui datang ke sekolah-sekolah menengah. Menerangkan tentang bahaya mengkonsumsi miras dan dampak kedepannya. Dan mengulas ulang tentang perda miras.

Sumber:

https://oktbellaa.wordpress.com/2014/11/09/pemuda-dan-sosialisasi/

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/13/1200028/Tewas.karena.Miras.Efek.Budaya.Nongkrong

~ oleh Febry kurniantoro pada Januari 15, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: